Bom dan Teror
27 April 1999 Siapa Suruh Teror Jakarta Jakarta ramai diguncang teror. Biasa, datangnya dari penelepon gelap, yang mengancam akan meledakkan bom di sejumlah lokasi publik. Sabtu malam pekan lalu, misalnya, operator pertokoan Sarinah di Jalan Thamrin menerima suara sangar: bangunan berlantai tujuh itu akan dirontokkan. Siapa orangnya yang tak ketakukan mendengar gertakan ini? Simak saja angka berikut. Selama kuartal pertama tahun ini saja setidaknya tercatat 72 ancaman berkumandang dari balik telepon. Frekuensinya, menurut data dari Polda Metro Jaya, bahkan meninggi di siang hari bolong. Kebanyakan sasaran tertuju pada gedung pemerintah dan kantor swasta, disusul tempat belanja, rumah sakit, hotel, bank, bahkan tempat ibadah. Pendek kata, di mana saja, kapan saja. Teror agaknya tak mengenal lokasi. Juga waktu. Yang nyata-nyata meledak dan paling menggegerkan terjadi di lantai dasar perkantoran Masjid Istiqlal, Senin sore pekan lalu. Bangunan masjid itu tak ada yang...