Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Bom dan Teror

27 April 1999 Siapa Suruh Teror Jakarta Jakarta ramai diguncang teror. Biasa, datangnya dari penelepon gelap, yang mengancam akan meledakkan bom di sejumlah lokasi publik. Sabtu malam pekan lalu, misalnya, operator pertokoan Sarinah di Jalan Thamrin menerima suara sangar: bangunan berlantai tujuh itu akan dirontokkan. Siapa orangnya yang tak ketakukan mendengar gertakan ini? Simak saja angka berikut. Selama kuartal pertama tahun ini saja setidaknya tercatat 72 ancaman berkumandang dari balik telepon. Frekuensinya, menurut data dari Polda Metro Jaya, bahkan meninggi di siang hari bolong. Kebanyakan sasaran tertuju pada gedung pemerintah dan kantor swasta, disusul tempat belanja, rumah sakit, hotel, bank, bahkan tempat ibadah. Pendek kata, di mana saja, kapan saja. Teror agaknya tak mengenal lokasi. Juga waktu. Yang nyata-nyata meledak dan paling menggegerkan terjadi di lantai dasar perkantoran Masjid Istiqlal, Senin sore pekan lalu. Bangunan masjid itu tak ada yang...

Era Baru

Gambar
Jum'at, 16 Mar 2012 (? from this blog) Kejanggalan Bom Ulil-JIL, Rekayasa Sudutkan Ba'asyir JAKARTA (voa-islam.com) – Markas Jaringan Islam Liberal (JIL) diberi kado bom yang dikemas dalam buku tebal, Selasa (15/3/2011). Paket itu ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla pendiri JIL, dialamatkan ke kantor KBR 68 H, Jl. Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur. Paket itu datang pukul 10 WIB di resepsionis. Paket berbungkus sampul cokelat tersebut berisi buku berjudul ”Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosanya terhadap Kaum Muslimin.” Ketika dibuka, di dalam buku ada kabel, jam dan batere. Penemuan ini langsung dilaporkan kepada satpam, yang meneruskan laporan itu ke Kepolisian setempat. Sekitar pukul 16.05 WIB, bom meledak di. Akibat paket bom itu, tangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan itu terputus. Ketika itu, paket tersebut sedang diperiksa polisi dengan metal detector, ternyata alat itu berbunyi dan bom itu gagal dijinakkan. Di s...